Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts
RAGAM CAT MENURUT PENGGUNAANNYA

RAGAM CAT MENURUT PENGGUNAANNYA



CAT BANGUNAN
Anda tentunya sudah dapat menentukan dimana saja cat bangunan ini dapat diaplikasikan, namun cat bangunan masih dapat dibagi lagi berdasarkan letaknya, yaitu di luar atau di dalam bangunan.
Cat untuk bagian luar bangunan dikenal dengan istilah cat eksterior, sementara cat untuk bagian dalam bangunan disebut cat interior.
Perbedaan yang mendasar dari kedua cat tersebut terletak pada pigmen yang dipakai.
Agar dapat bertahan menghadapi gempuran cuaca dan kelembaban udara, bisanya cat eksterior membutuhkan pigmen khusus yang memiliki kemampuan tersebut , dengan demikian wajarlah kalau cat eksterior itu dari segi harga jauh lebih mahal dari pada cat interior.

CAT MEBEL
Bagi anda yang menyukai tampilan mebel atau furniture yang berwarna warni tentunya harus berterimakasih kepada produsen cat, karena saat ini merekan menawarkan suatu formula yang dapat melapisi dan memberi warna permukaan mebel atau furniture.
Jenis cat untuk furniture cukup beragam, sesuai dengan bahan furniture dipasaran misalnya furniture yang terbuat dari plastik, kayu maupun yang terbuat dari logam.
 Anda dapat mengaplikasikan  cat mebel pada bidang tertentu dengan kuas atau semprotan / spry.

CAT AUTO RE FINISH
Bagi anda yang gemar otomotif pastinya tidak asing lagi dengan istilah ini.
Cat auto re finish memang merujuk pada cat yang diaplikasikan sebagai lapisan terluar pada badan mobil atau motor.
Cat ini diaplikasikan ke badan mobil atau motor setelah cat dasar dan cat lapisan pertama kering.
Sistem pengeringanannya pun tidak kalah istimewah, untuk mendapatkan kwalitas yang sempurna, cat ini harus dikeringkan dengan suhu relatif tinggi.
Biasanya produsen mobil atau bengkel mobil mengeringkan cat ini dengan bantuan oven selama beberapa saat.

CAT INDUSTRI
Cat  yang termasuk dalam katagori cat industri adalah cat yang menjadi bahan baku dalam proses kerja suatu industri.
Jenisnya amat banyak, diantaranya cat industri tekstil dan cat pabrik kertas.
Adapun bentuknya ada yang berbentuk bubuk dan juga ada yang berbentuk pasta.
Cat untuk skala industri pada umumnya diaplikasikan dengan sistem semprot.

PROTECTIVE COATING
Coating adalah istilah untuk cat yang berfungsi melapisi dan melindungi

RAGAM CAT MENURUT PELARUTNYA



Cat dapat dibagi menjadi berbagai jenis, tergantung pada pengkatagorian yang kita lakukan.
Dalam pembahasan kali ini, kami akan memaparkan beberapa katagori cay yang paling umum dijumpai di pasaran.

Menurut Bahan Dasar
1. Water Baset, merujuk pada pelarut berbentuk air, bahan dasar air memang menghasilkan efek kimia yang tidak terlalu tinggi dalam cat.
Pelarut cat yang barbahan dasar air dapat menghasilkan cat yang lebih ramah lingkungan dan tidak membahayakan manusia. 
Dewasa ini sebagian besar cat tembok berbahan dasar air sebagai pengencer atau pelarutnya.
Contoh cat yang berbahan dasar air antara lain cat tembok, cat beberapa furniture dan cat lukis.
RAGAM CAT MENURUT PELARUTNYA

2. Oil Baset, merupakan pelarut cat yang berbahan dasar minyak atau tiner.
Ada dua macam tiner atau pelarut dalam formula cat, sementara itu komposisi minyak sebagai bahan pelarut dalam formula pelarut cat diusahakan sesedikit mungkin, sebsb cat berbahan dasar minyak kurang menguntungkan kesehatan manusia, diantaranya menimbulkan gangguan pada pernafasan.
Jika anda memiliki anak kecil, sebisa mungkin hindari penggunaan cat tembok yang berbahan dasar minyak. Untung saja sebagian besar produsen cat bangunan untuk hunian tidak lagi memproduksi cat ini dan sebagai penggantinya, bahan dasar minyak sering kali digunakan untuk pelarut cat untuk keperluan industri, otomotif dan mebel.
Contoh cat yang berbahan dasar minyak antara lain cat kayu dan cat besi.
FINISHING BANGUNAN

FINISHING BANGUNAN


A. CAT
Finishing bangunan merupakan kegiatan pemberian warna pada bangunan sebagai tampilan akhir.
Meskipun ada alternatif lain untuk memberi warna pada bangunan, namun finishing dengan menggunakan Cat tetap menjadi teknik pilihan yang paling digemari.
Dalam proses kerja konstruksi, pengecatan termasuk proses akhir penyelesaian bangunan atau yang lebih dikenal dengan istilah finishing.
Finishing bangunan menggunakan Cat dengan pertimbangan sebagai berikut 

1. Pling mudah, sebab pengecatan tidak perlu dilakukan oleh tukang ahli.
Semua orang dapat melakukannya, hanya bermodalkan kuas dan cat saja anda sudah dapat memulai proses pengecatandan dapat menciptakan warna dalam suatu ruangan.

2. Paling murah, sebab total biaya yang dikeluarkan untuk pengecatan jauh lebih murah dibandingkan jika anda menutup bangunan dengan keramik, misalnya.
Dalam kasus pengecatan sederhana, anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk membeli cat dan kuas, bandingkan bila anda memutuskan memasang keramik sebagai finishing dinding. Anda harus membeli keramik sesuai luas bidang, belum lagi material pelengkap seperti semen dan pasir sebagai adonan lem agar keramik menempel pada permukaan dinding, tentunya total biaya yang harus dileluarkan lebih banyak.

3. Paling praktis, sebab pengaplikasian cat bisa dikatakan mudah, tinggal menyapukan kuas yang sudah dibasahi dengan cairan cat kepermukaan bidang.
Dalam waktu singkat yaitu satu atau dua jam saja anda sudah dapat menikmati hasilnya,

B. WALLPAPER
Memasang wallpaper merupakan cara cepat untuk mengubah tampilan pada dinding anda.
Walaupun dapat digolongkan sebagai teknik finishing dinding yang cukup praktis, tetapi tidak semua orang telaten atau memiliki ketrampilan memasang wallpaper.
Dari segi biaya, harga finishing dinding menggunakan wallpaper termasuk cukup mahal, sehingga banyak orang harus berfikir dua kali untuk mengaplikasikannya.

C. KERAMIK
Tampilan keramik yang makin berfariasi  menjadi alternatif menarik bagi para konsumen.
Setiap tahunnya produsen keramik selalu berusaha merespon permintaan pasar dan memperbaruhi teknologi yang mereka miliki.
Finishing bangunan yang menggunakan keramik tampil lebih bersih.

D. MATERIL EXPOSE
Belakangan ini bangunan sering kali mengedepankan, Kejujuran artinya material akhir bangunan yang dibiarkan terbuka tanpa finishing.
Dalam dunia arsitektur tampilan seperti ini dikenal dengan sebutan atau istilah material expose.
Pada akhirnya kesederhanaan ini malah menjadi tren dan cukup diminati konsumen.
Dalam teknik ini, tampilan akhir tidak perlu bersih, mengkilap atau berwarna, justru sebaliknya teknik material expose ini mengandalkan warna asli dan bentuk asli materialnya.
Dan kaca mata orang awam bisa jadi tampilan ini dianggapnya sebagai bangunan yang pengerjaannya belum rampung, padahal inilah tampilan tren yang sedang go.
CARA MENGECAT DINDING LAMA

CARA MENGECAT DINDING LAMA



Sudah menjadi kegiatan rutinitas dimasyrakat bila tiba hari-hari besar seperti menghadapi hari raya Idul Fitri atau lainnya, sebagian besar disibukkan dengan merawat rumah dan mengisi perabot baru ke dalam rumah, diantara kegiatan tersebut yaitu memperbarui warna cat rumah.
Untuk itu sebelum anda melakukan kegiatan tersebut ada baiknya menyimak ulasan kami, agar supaya dalam proses pengecatan nanti dapat memperoleh hasil akhir yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan.

Langkah-Langkah Yang Harus Dikerjakan sebagai berikut :
1. Bersihkan permukaan tembok yang mengelupas dengan kape, hati-hati jangan sampai permukaan dinding tercukil.

2. Sikat kotoran, noda, minyak, dan bekas kotoran yang lain dengan air yang dicampur dengan detergen.
Bilas dengan air bersih.

3. Dinding berlumut dibersihkan dengan campuran air yang dicampur pemutih dengan perbandingan 3:1.
Biarkan selama setengah jam, ulangi sampai permukan benar-benar bersih, setelah itu bilas dengan air bersih.
Jika ada pengapuran, maka lakukan pembersihan dengan sikat dan air sampai kapur benar-benar hilang. 
Ulangi sampai gejala pengapuran sama sekali lenyap.

4. Isi permukaan tembok yang berlubang dengan plamur agar tembok kembali rata, setelah plamur kering lanjutkan dengan mengamplas permukaannya dengan rampelas.
Kemudian bersihkan bersihkan debunya dengan air bersih, dan tunggu sampai kering yaitu 2-3 hari .

5. Aplikasi cat dasar ( gunakan cat dasar yang berbahan dasar minyak ).
6.Tunggu sampai cat dasar mengering yaitu 6 jam untuk cat dengan pelarut minyak dan 2 jam untuk cat berpelarut air.

7. Siapkan cat akhir atau topcoat yang sudah anda pilih.
8. Dengan kuas atau rol cat, aplikasikan cat akhir secara merata ke seluruh permukaan tembok.



FORMULA CAT

FORMULA CAT



Cat dapat diartikan sebagai campuran bahan cair yang doproses secara kimia.
Jika cat dioleskan pada permukaan benda, campuran ini akan mengering membentuk lapisan kulit, berwarna yang tembus cahaya, bersifat menyatu atau lengket dengan permukaanbenda.
Selain memberikan keindahan, cat juga berfungsi melindungi permukaan, misalnya melindungi besi dari karat, melindungi kayu dari kelapukan.
Pada dasarnya cat terdiri atas campuran 4 unsur utama yaitu Resin, Pigmen, Zat aditif dan Thinner.

1. Resin.
Resin merupakan media yang membuat pigmen melekat pada permukaan bidang benda.
Resin sering disebut binder, secara sederhana dapat dikatakan bahwa bahan ini berupa semacam lem yang melekatkan campuran pewarna ke permukaan benda yang akan dicat.
Resin bisa berasal dari alam, bisa pula dari sintetis.
Resin yang berasal dari alam biasanya dihasilkan dari getah pepohonan, namun karena mengambil getah pepohonan dianggap merusak lingkunganhidup, maka penggantinya menciptakan resin buatan yang disebut dengan resin sintesis.

2. Pigmen.
Pigmen merupakan benda padat yang berupa bubuk yang fungsi utamanya memberi warna dan menentukan daya tutup cat.
Jenis, kadar dan derajat kestabilan pigmen dalam larutan menetukan tampilan akhir setelah teraplikasi, misalnya ada yang tahan terhadap perubahan cuaca dan matahari, juga ada yang sebaliknya.
Pigmen berasal dari mineral alami, hewan dan tumbuhan, juga bisa berasal reaksi kimia.
Sumber warna pigmen yang paling banyak digunakan adalah pigmen putih.
Warna putih berasal dari unsur Titanium Dioksida yang merupakan pigmen termahal.
Cat yang bermutu tinggi memiliki kadar pigmen tinggi, sementara kadar pigmen dalam cat murah biasanya dikurangi sehingga daya tutupnya dan mutunya tidak begitu baik.

3. Thinner
Thiner merupakan bahan pelarut atau solvent yang menyetukan pigmen dengan resin sehingga membentuk larutan yang sempurna. secara garis besarnya, ada dua jenis pelarut untuk cat yaitu tinner atau minyak  dan pelarut berbahab air bersih.
Cat dengan dua jenis pelarut tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Selain ketiga bahan diatas, teknologi cat juga mengenal istilah Ekstender dan film formers.
Ekstender merupakan pengisi ketebalan lapisan cat atau sering disebut filler, jika dioleskan pada permukaan bidang, cat akan tampak memiliki ketebalan tertentu dan jika diuraikan satu parsatu, cat tersebut memiliki lapisan.
Dengan begitu yang mengisi ruang kosong dan menciptakan ketebalan pada lapisan cat adalah Ekstender.
Fungsi utama Ekstender adalah memberikan kemampuan tambahan pada cat, misalnya menambah tingkat kilap pada cat dan daya tutup cat.
Film Formers adalah lapisan yang berfungsi memberi efek kilap pada cat.

AQUA POLITUR

AQUA POLITUR


Aqua politur adalah pewarna kayu yang bersifat transparan, tidak menutupi dekorasi kayu sehingga serat kayu masih tampak jelas dan lebih indah, aqua politur menggunakan pengencer berbahan dasar air.
Aqua politur banyak diproduksi oleh pabrik dalam kemasan yang sudah siap pakai sehingga mempermudah bagi konsumen dalam pengerjaannya, adapun jenis aqua politur ini banyak macamnya diantaranya, mowilex wood stain, Balezo wood stain, propan aqua politur dll, dengan memiliki pilihan warna yang bermacam-macam seperti, cocoa brown, salak brown, akasia brown, dakr brown  , walnut dll.
Pada saat ini Aqua politur banyak diminati para pengrajin mebel untuk politur barang-barang mebelnya dengan pertimbangan banyak faktor diantaranya :
Harganya relatif murah karena pengencernya berbahan dasar air.
Tahan terhadap cuaca sehingga terhindar dari pelapukan dan jamur.
Ramah lingkungan tidak mengandung racun, tidak berbau sehingga aman bagi kesehatan.
Cara pengerjaannya cukup mudah dan cepat selesai sehingga memperkecil ongkos pekerja.

Cara Pengerjaan Aqua Politur
1. Persiapan Barang
Perhatikan kondisi kayu atau barang yang akan dipolitur bila terdapat cacat kayu segera di servis, bila terdapat lobang kayu seperti mata kayu, hati kayu dan sambungan kayu yang kurang rapat perlu di tutup dengan dempul, selanjutnya gosok menggunakan mesin gerenda guna mempercepat pengerjaan namun bila tidak memiliki mesin gerenda bisa menggunakan tangan menggunakan rampelas kasar no. 80 dengan target kayu atau barang rata tidak bergelombang, dilanjutkan merampelas lagi menggunakan rampelas yang lebih halus no. 150 dengan target kayu atau barang benar-benar halus karena hal ini sangat berpengaruh pada hasil akhir politur.
2. Persiapan Bahan Politur
 Bahan politur yang menggunakan pengencer air banyak macamnya diantaranya Mowilex wood stain, Balezo wood stain , Propan aqua politur dll, dengan mimiliki banyak pilihan warna yang bermacam-macam seperti dark brown, salak brown, cocoa brown, taek brown, akasia brown dan walnut.
Sebagai politur penutup bisa menggunakan clear yang berfungsi sebagai anti gores juga sebagai penguat warna politur. dengan demikian sebelum proses politur terlebih dahulu pilih jenis aqua politur yang anda inginkan dan tentukan  juga warna aqua politur ang anda sukai.
3.Pengerjaaan  Aqua politur menggunakan Kuas
Berawal dengan membuka kaleng aqua politur dan memasukkan air 10 % sebagai pengencer politur aduk hingga campur setelah itu baru dimulai proses politur dengan   cara memasukkan kuas pada cairan aqua politur yang sudah dipersiapkan kemudian sapukan keseluruh permukaan kayu atau barang mebel sampai rata, kegiatan ini dinamakan dasaran dan dapat diulang sampai dua kali agar terlihat rata. diamkan sebentar kemudian gosok dengan rampelas no. 240 untuk menghaluskan kayu atau barang mebel karena setelah didasari dengan kuas tadi menyebabkan serat kayu muncul kembali sehingga perlu di gosok lagi sebelum proses berikutnya.
4. Pengerjaan Aqua Politur menggunakan Kain kaos
Tahap berikutnya menggunakan kain ball atau kain kaos yang disarungkan pada kuas atau  bisa juga kain kaos yang di gulung seperti kue lumpia, masukkan kain kaos tersebut pada cairan aqua politur yang sudah dipersiapkan dan usapkan pada seluruh permukaan kayu atau barang mebel dengan cara sedikit ditekan, lakukan secara berulang-ulang sampai rata dan kelihatan indah.
5. Clear
Clear adalah lapisan penutup dalam politur mebel kayu, proses pengerjaannya sama menggunakan kain kaos juga, namun sebelum proses clear harus didahului mengosok kayu atau barang mebel tersebut dengan menggunakan rampelas halus no.400 sampai halus merata baru dilanjutkan pross pengaplikasian clear yang berfungsi sebagai pelindung kayu atau barang mebel dari goresan, dan dapat menguatkan warna politur, sehingga kayu atau barang-barang mebel yang selesi di finishing dengan aqua politur memiliki ketahanan terhadap cuaca dan tampak lebih indah.


TIPS MEMILIH MEBEL KAYU

TIPS MEMILIH MEBEL KAYU


Mebel kayu adalah barang-barang perabotan rumah yang terbuat dari kayu, bahan kayu yang sering digunakan untuk mebel diantaranya, kayu jati dengan tampilan serat yang indah dan memiliki keawetan, kayu mahoni dengan serat yang halus dan harga yang relatif lebih murah, kayu sonokeling dengan perpaduan warna alami yang unik.
Pusat produksi mebel kayu di Jawa Timur terdapat di kota Pasuruan sehingga kebayakan orang menyebutnya mebel pasuruan dan terkenal dengan harganya yang murah, selanjutnya pusat produksi mebel kayu di Jawa Tengah terdapat di kota Jepara sehingga kebanyakan orang menyebutnya mebel jepara yang terkenal dengan keindahan ukirannya.
Untuk memiliki barang-barang mebel kayu yang indah tidaklah begitu sulit karena sekarang sudah menjamur toko mebel di sepanjang kota anda, namun yang sulit adalah untuk mendapatkan mebel kayu dengan kwalitas baik itu yang tidak mudah karena kita harus memiliki pengetahuan tentang permebelan sehingga kita bisa mendapatkan barang mebel sesuai dengan yang diinginkan dan menghindari kekecewaan dikemudian hari.
Tips Memilih Mebel Kayu
1. Bahan Kayunya
Bila akan memesan atau membeli barang-barang mebel usahakan mencari barang mebel yang masih mentah atau yang masih belum di finishing agar bisa melihat kondisi kayu aslinya.
Ciri-ciri kayu yang baik adalah kayu yang berumur tua, memiliki bidang lebar, serat kayunya padat, jika sudah kering bobotnya tetap berat, dan memiliki warna coklat. sebaliknya jika mutu kayu yang rendah serat kayunya tidak padat, jika sudah kering bobot kayu berubah lebih ringan, warna kayu putih dan kusam.
Selain kondisi kayu diatas masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu lobang kayu yang disebabkan oleh serangga pengganggu dan lobang kayu yang disebabkan karena adanya mata kayu.
Kedua lobang tersebut harus dihindari jangan sampai terpilih karena lobang karena mata kayu beresiko bila terkena sinar matahari secara langsung akan mengalami retak, sedangkan lobang kayu yang karena gangguan serangga beresiko lambat laun dengan berjalanna waktu serangga yang bersarang didalam kayu akan mengeluarkan bubuk halus atau nonor dan mengakibatkan kayu akan keropos.

2. Bentuk Barang
Bentuk barang mebel kayu bermacam-macam ada yang bernuansa klasik dengan ornamen seni ukir-ukiran yang indah memukoh, ada yang bernuansa minimalis dengan kesan sederhana namun tampak kokoh dengan ketebalan kayu yang ditampilkan.
Untuk itu bila akan mengisi ruangan dengan barang perabot yang baru seharusnya sesuaikan dengan kondisi rumah dan luas ruangannya, misalnya bila rumahnya model minimalis usahakan isi rumahnya sebaiknya juga model minimalis, jangan di isi dengan barang yang ukir-ukiran kesannya kurang cocok, selain itu bila ruangannya luas bisa memilih barang yang berukuran besar, namun bila ruangannya sempit jangan dipaksa di isi dengan barang yang besar tetapi pilihlah yang sesuai dengan luasnya ruangan, dengan begitu akan terlihat pas, lebih indah dan menyenangkan.

3. Perakitan atau Kontruksi
Dalam proses produksi mebel kayu masalah perakitan atau pengerjaannya sangatlah menentukan kekuatan dan keindahan barang, untuk itu diperlukan tenaga ahli agar mendapatkan barang dengan kwalitas pengerjaan yang baik.
Ciri-ciri barang mebel dengan pengerjaan yang baik dapat di ketahui dari cara menyambung kayu dengan mengandalkan pen atau sekrup dan lem epoxy bukan paku sehingga hasilnya rapat dan kuat, cara rakitannya rapi dan ujung-ujungnya siku , sebaliknya pengerjaan  yang bermutu rendah terlihat dari cara menyambung kayunya mengandalkan paku dan lem saja tanpa menghiraukan ketahanan, perakitan tidak rapi namun masih terkesan serupa tetapi tak sama, disinilah menuntut kita untuk jeli dalam memilih sebelum menjatuhkan pilihan.

4. Finishing atau politure
Finishing atau sering disebut politure adalah pemberian  lapisan pada barang mebel kayu dengan tujuan memberikan perlindungan dari goresan, menutupi cacat kayu, memberikan warna pada kayu sesuai dengan selera misalnya, warna tua dari dark brown, salak brown, cocoa brown dan warna muda dari candy brown, walnut brown dll, namun untuk memperoleh finishing yang berkwalitas baik ditentukan oleh :
Bahan yang digunakan harus memiliki kwalitas atau berlabel jelas seperti Impra, Alfa Gloss, Furnikute dll, karena bahan yang berkwalitas rendah berdampat cepat kusam.
Pengamplasannya  harus benar-benar rata tidak bergelombang dan halus karena kondisi ini besar pengaruhnya pada hasil akhir dalam proses finishing mebel kayu.
Tenaga mengerjakan harus tenaga ahli yang berpengalaman sehingga dalam proses penyemprotan warna bisa rata dan finishingnya menghasilkan sesuai dengan yang diinginkan. karena proses penyemprotan warna maupun clear membutuhkan ketelitian dan ketlatenan,
Bagi yang menyukai tampilan tampak selalu baru dan mengkilap bisa menggunakan clear gloss, sebaliknya yang menyukai tampilan anggun bisa menggunakan clear dof.

Demikianlah inforasi dari saya dengan harapan agar anda dapat memiliki pengetahuan tentang cara memilih  mebel kayu yang berkwalitas baik.


CARA MERAWAT FURNITURE  KAYU JATI

CARA MERAWAT FURNITURE KAYU JATI


Memiliki furniture jati atau barang-barang perabot rumah tangga yang awet dan tampak selalu indah adalah dambaan setiap orang terutama kaum wanita yang kebanyakan waktunya lebih banyak tinggal di rumah, namun hal ini hanya dapat dimiliki oleh mereka yang selalu rajin merawat dan menjaga kebersihannya dengan benar.

Jika yang dilakukan kurang tepat bukannya keindahan yang didapat bahkan sebaliknya furniture tampak kusam dan timbul retak-retak pada lapisan finisingnya, untuk itu sangatlah diperlukan pengetahuan tentang bagaimana cara merawat barang-barang perabot miliknya dengan benar sehingga terhindar dari kerusakan dan tentunya supaya lebih awet dan selalu tampak indah.

Cara Merawat Furniture Kayu Jati
1. Tempatkan furnitur jati atau barang-barang anda di tepat yang kering.
Hindari tempat yang lembab, karena kelembaban dapat memicu tumbuhnya jamur.
Jauhkan dari tatapan sinar matahari secara langsung, karena panas dapat menyebabkan lapisan finishing menjadi retak dan warnanya terlihat kusam.

2. Bersihkan seluruh permukaan barang-barang furniture dengan kemucing setiap hari dengan hati-hati untuk menghindari goresan, kemudian untuk membersihkan ukiran lakukan dengan menggunakan kuas yang halus dan agak kecil agar dapat menyapu di setiap celah-celah ukiran karena debu juga jamur bersarang disitu dan posisinya sulit diangkau dengan kemucing.

3. Hindarkan benda-benda yang basah dari  furnitur anda, seperti gelas yang berisi air dingin dari kulkas karena dapat meninggalkan flek pada lapisan finishingnya, dan bila ada air yang tumpah pada furniture segera mungkin untuk mengeringkan dengan menggunakan lap yang bersih dan mudah menyerap air untuk mencegah air masuk ke pori-pori kayu. perlu di ingat, jangan membiarkan lap basah tertinggal di atas furniture terlalu lama karena  flek yang ditinggalkan dapat mempengaruhi warna finishingnya dan mengurangi tampilan keindahannya.

4. Lakukan perawatan secara berkala dengan menyemprotkan pledge pada seluruh permukaan furniture dan diikuti dengan mengelap pledge tersebut dengan lap ball atau lap kain kaos yang halus untuk menghindari goresan, lakukan secara merata agar furniture tampak bersih mengkilap dan indah.

5. khusus untuk penggemar furniture antik yang umumnya menyukai finishing warna natural atau warna asli kayu dapat merawat furniturenya dengan memakai minyak kayu atau teak oil, dengan cara mengoleskan cairan tersebut keseluruh permukaan furniture secara merata kemudian mengelapnya dengan lap kering dan bersih, namun sebelum proses pengolesan dilakukan terlebih dahulu harus dipastikan furniture sudah dibersihkan dari kotoran dan debu agar hasil pengolesan teak oil dapat memberikan tampilan yang indah dengan nuansa alami.

Demikian beberapa cara merawat furniture kayu yang benar, dengan memperhatikan ulasan kami semoga anda dapat merawat furniture atau barang-barang perabotan anda  dengan benar sehingga dapat memberikan tampilan yang indah dan awet.


MACAM-MACAM KAYU UNTUK MEBEL


Beberapa jenis kayu yang dapat dipergunakan untuk bahan dasar pembuatan mebel, harus memiliki ciri-ciri kayu yang keras, awet tidak mudah rusak, tahan terhadap hama dan memiliki tampilan permukaan yang indah.
kayu untuk mebelMengapa demikian ? karena untuk pembuatan mebel atau barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti kursi, meja, lemari, bufet, lemari dan sebagainya dituntut untuk menampilkan keindahan serat kayu, dan ketahanan.
Dengan demikian tidak semua jenis kayu baik dipergunakan untuk pembuatan mebel, untuk itu akan kami tunjukkan beberapa jenis kayu yang cocok dipergunakan untuk bahan dasar pembuatan mebel diantaranya sebagai berikut :

Kayu jati adalah satu-satunya kayu yang telah dikenal dan diakui oleh hampir semua orang sebagai kayu berkwalitas tinggi dengan harga sangat mahal, dan sangat cocok untuk bahan utama pembuatan mebel karena memiliki serat kayu yang indah berwarna coklat keemasan, selain itu kayu jati memiliki kandungan minyak yang berfungsi melindungi kayu dari gangguan hama. dan kayu jati ini tidak diragukan lagi memiliki kekuatan dan keawetan yang tahan lama bila dibandingkan dengan kayu-kayu lainnya.

 Kayu mahoni adalah jenis kayu yang keras memiliki tekstur permukaan yang halus, seratnya indah dan berwarna kuning kemerahan.
Kayu mahoni banyak diminati oleh para pengrajin mebel dan pelaksana proyek perumahan untuk pembuatan kusen dan daun pintu dengan pertimbangan tampilan kayu mahoni cukup bagus dan harga kayu mahoni cukup terjangkau, jauh lebih murah kayu mahoni bila dibanding dengan kayu jati.

3. Kayu Sonokeling.
Kayu Sonokeling adalah jenis kayu yang keras memiliki corak warna yang sangat indah, yang merupakan warna alami yang tidak dimiliki oleh kayu lainnya, yaitu berwarna ungu bercorak hitam sedikit coklat kemerahan.
Dengan sonokeling juga memiliki bobot yang lumayan berat seperti kayu jati, sehingga kayu inipun juga memiliki keawetat namun perlu untuk diketahui bahwa kayu sonokeling memiliki sedikit kekurangan yaitu terletak pada gubal kayu ( pinggiran kayu yang berwana putih ), gubal kayu sono tidak memiliki ketahanan dan mudah keropos dengan mengeluarkan bubuk, untuk itu dalam proses pembuatan mebel dengan bahan baku kayu sonokeling supaya tidak mengikutkan gubal kayu atau sebisa mungkin menghindari gubal kayu sonokeling pada pembuatan mebel untuk menjaga ketahannya.
Saat ini mebel yang banyak diminati oleh para konsumen adalah yang terbuat dari kayusonokeling dan kayu jati karena sama-sama memiliki tekstur dan warna yang indah.

4. Kayu Akasia.
Kayu akasia adalah jenis kayu yang sangat keras dengan bobot yang sangat berat pula melebihi beratnya kayu jati dan kayu sonokeling, namun kayu akasia memiliki kelebihan pada corak warna yang menyerupai warna kayu jati.
Dengan kelebihan warna yang dimiliki kayu akasia ini menjadikan banyak diminati oleh sebagian pengrajin mebel sebagai kayu alternatif pengganti kayu jati yang harganya melangit sedangkan kayu akasia disamping stok kayu dipasaran masih tergolong banyak dan ditunjang harganya yang jauh lebih murah bila dibandingkan dengan kayu jati.
Kayu akasia yang keras dan berat cocok untuk pembuatan mebel model minimalis yang menampilkan kayu lebar dan tebal.

FINISHING CAT DUCO


Cara Pengerjaan Finishing Cat Duco.
Finishing mebel dengan menggunakan cat duco merupakan kegiatan pemberian lapisan pada permukaan kayu atau barang-barang mebel, dan pengaplikasiannya secara semprot.
Cat DucoDalam kegiatan ini dibutuhkan tenaga ahli yang memiliki pengalaman kerja, karena membutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan kesabaran dalam melakukan tahapan-tahapan selama proses pengerjaannya untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan.
Sebelum proses finishing dimulai, siapkan terlebih bahan-bahan finishing yang akan dipergunakan  seperti dempul, epoxy, cat duco, tiner spesial, clear dof atau gloos dan barang mebel yang akan di finishing.
Pastikan terlebih dahulu kondisi barang sudah baik, tidak cacat dan sudah tidak perlu di revisi lagi sebagai persiapan awal, dan dilanjutkan dengan proses sebagai berikut :

1. Pengamplasan
Kegiatan pengamplasan dengan target permukaan kayu atau barang mebel menjadi rata tidak bergelombang, dalam kegiatan ini sebaiknya menggunakan mesin gerenda agar proses pengamplasan lebih cepat namun di butuhkan tenaga yang bisa mengoprasikan mesin grenda dengan benar, karena bila tenaga penggrenda kurang ahli maka hasil yang didapat berpengarauh pada bentuk barang yaitu akan didapatinya barang menjadi bergelombang dan tidak rata.
Pengampelasan menggunakan mesin gerenda memakai rampelas no. 120.

2. Pendempulan
Kegiatan pendempulan untuk menutup pori-pori kayu atau barang-barang mebel dengan cara melapisi  secara manual menggunaka alat kape, perlu diperhataikan pendempulan jangan terlalu tebal karena menyulitkan penggosokannya nanti, cukup lakukan pendempulan secara tipis-tipis saja sampai rata kemudian biarkan sebentar supaya kering kira-kira 1-2 jam kemudian lanjutkan dengan penggosokan secara manual dengan rampelas no 100 dengan target memperoleh barang menjadi rata.

3. Epoxy
Kegiatan penyemprotan epoxy gunanya untuk menutup serat dan pori-pori kayu, kedudukan epoxy disini selain sebagai penutup serat dan pori-pori kayu juga berfungsi sebagai penguat cat.
Untuk mendapatkan hasil yang baik gunakan epoxy yang warnanya sama dengan warna cat yang akan digunakan misalnya bila akan mengecat barang dengan warna hijau maka sebaiknya menggunakan epoxy warna hijau pula.
Dengan begitu disamping hasilnya lebih baik juga dapat membantu mempercepat proses pewarnaannya.

4. Pewarnaan Cat Duco
Tentukan warna cat sesuai selera dan pilih cat duco yang anda inginkan tentunya sesuai biaya yang anda keluarkan.
Proses  pewarnaan dilakukan dengan cara penyemprotan cat duco pada seluruh permukaan kayu atau barang mebel, dalam proses ini dibutuhkan tenaga khusus yang sudah berpengalaman dan memiliki tingkat ketelitian tinggi dalam penyamaan warna agar memperoleh pewarnaan yang rata, bila dirasa masih belum rata bisa diulang penyemprotan sampai dua atau tiga kali sehingga memperoleh warna yang benar-benar rata dan sempurna.

5. Penutup Gloss atau Dof
Kegiatan penyemprotan clear dof atau gloss sebagai kegiatan penutup dengan cara memberikan lapisan clear pada seluruh permukaa kayu atau barang mebel dengan tujuan dapat melindungi barang yang sudah difinising dari goresan dan untuk menguatkan warna cat Duco, juga untuk dapat memberikan tampilan lebih halus sehingga barang terkenan lebih mewah dan elegan.
Bagi yang menginginkan barang tampak mengkilap, bisa menggunakan clear gloss, sebaliknya bagi yang menginginkan yang tampilan akhir tampak elegan bisa menggunakan clear Dof.